Salam Kenal

Semoga Sahabat dapat mengambil Manfaat dari BLOG kami....

Rabu, 20 Mei 2015

EMPAT KUNCI ILMU


1) Bertanya:
"Dan Kami tidak mengutus Rasul-rasul sebelummu (wahai Muhammad) melainkan orang-orang lelaki yang Kami wahyukan kepada mereka (bukan malaikat); maka bertanyalah kamu kepada Ahluzzikri jika kamu tidak mengetahui."
[Surah Al Anbiya' 21:7]
"Tuhan yang menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya, dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, Ialah Ar-Rahman (Tuhan Yang Maha Pemurah); maka bertanyalah akan hal itu kepada Yang Mengetahuinya."
[Surah Al Furqan 25:59]
2) Mendengar:
"Janganlah engkau (wahai Muhammad) kerana hendakkan cepat menghafaz Quran yang diturunkan kepadamu menggerakkan lidahmu membacanya (sebelum selesai dibacakan kepadamu). Sesungguhnya Kamilah yang berkuasa mengumpulkan Al-Quran itu (dalam dadamu) dan menetapkan bacaannya.
[Surah Al Qiyamah 75:16-17]
3) Membaca:
"Bacalah (wahai Muhammad) dengan nama Tuhanmu yang menciptakan (sekalian makhluk), Dia menciptakan manusia dari sebuku darah beku.
Bacalah dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah.
Yang mengajar manusia melalui pena dan tulisan.
Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."
[Surah Al 'Alaq 96:1-5]
4) Takut kepada Allah:
"Dan takutlah kepada Allah; Allah akan mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
[Surah Al Baqarah 2:282]

UNTUK APA KITA ADA ?


Kalau direnungi secara dalam, seorang manusia hadir di dunia benar-benar hanya sesaat saja, seperti sekejab mata jika di bandingkan dengan usia bumi yang sudah sangat tua. Ibarat matahari yang nampak terlihat, terbit dan tenggelam begitu lah perjalanan hidup manusia di dunia ini. Yang membedakannya, matahari terbit dan tenggelam kemudian terbit lagi dan tenggelam lagi dan seterusnya, sementara seorang manusia terbit dan tenggelam, kemudian tidak akan pernah terbit lagi untuk selamanya.

Kehidupan yang sesaat diberikan oleh Tuhan kepada manusia tidak lain agar manusia bisa memberikan pengabdian terbaik kepada-Nya, kepada sesama manusia dan seluruh alam sehingga manusia tersebut benar-benar menjadi orang yang bermanfaat. Sebagian lahir dengan mengikuti kodrat alamiah manusia sebagai pengabdi untuk membuat kehidupan di bumi menjadi lebih baik.
Sementara sebagian manusia hidup di dunia ini dalam kondisi tidak kreatif, lahir menjalani kehidupan, kemudian meninggal dunia, berlalu seperti debu yang tertiup angin di musim panas. Kehadiran dan ketidakhadirannya di dunia tidak memberikan pengaruh apa-apa, dan inilah kebanyakan manusia.
Ada juga manusia yang hadir di dunia ini memberikan warna hitam, kehadirannya mempersuram kehidupan di muka bumi dengan berbagai kerusakan yang dilakukannya. Setelah dia berlalu sesuai dengan umur yang diberikan Tuhan, dia kemudian meninggalkan warisan hidup berupa kekacauan dan ketidakserasian.

Tentang hal ini, saya teringat pertanyaan Guru kepada saya, “Untuk apa Tuhan menciptakan daun jelatang?”. Jelatang adalah salah satu jenis semak yang batang dan daunnya sangat gatal bila disentuh. Jelatang sepintas lalu tidak bisa dimanfaatkan untuk apapun oleh manusia, hanya mengganggu saja. Saya tidak bisa menjawab pertanyaan Guru tentang jelatang tersebut dan kemudian Beliau menjawab sendiri, “Untuk meramai-ramaikan dunia”.
Jadi kehadiran Jelatang di muka bumi ini hanya untuk membuat bumi menjadi ramai, tidaka lebih dan tidak kurang. Lalu bagaimana kehadiran kita di dunia yang fana ini? Apa sama dengan binatang?

Tuhan menciptakan rumput untuk dimakan kambing, Tuhan menciptakan kambing untuk dimakan manusia, Tuhan menciptakan manusia untuk?
Tuhan menciptakan plankton untuk di makan ikan, Tuhan menciptakan ikan untuk dimakan manusia, Tuhan mencipakan manusia untuk?
Kalau kita tidak mengetahui untuk apa tujuan Tuhan menciptakan manusia, berarti kehadiran kita di dunia ini sama dengan kehadirat ikan, rumput, kambing dan lain-lain, hanya sebagai pelengkap agar dunia ini menjadi ramai.
Tuhan menciptakan manusia dengan tujuan yang sangat istimewa, untuk mengabdi kepada-Nya lewat ibadah dan lewat aktifitas sehari-hari yang bisa memberikan manfaat kepada semua. Nabi juga pernah memberikan nasehat tentang hal ini dimana manusia terbaik menurut Beliau adalah manusia yang paling bermanfaat untuk sesama.
Semakin memberikan manfaat kepada sesama, maka semakin baik nilai manusia dimata Allah dan Rasul-Nya. Atas dasar itu, harapan Nabi kepada Ummatnya agar dalam kehidupan yang dijalani hendaknya bisa menjadi rahmat bagi keluarga, lingkungan dan bisa menjadi rahmat bagi seluruh Alam.
Dalam kehidupan yang sangat singkat ini, mari kita renungkan dalam-dalam tentang apa yang telah kita lakukan di dunia ini, apakah telah sesuai dengan tujuan penciptaan sebagai pengabdi yang memberikan manfaat untuk semua atau keluar dan tujuan tersebut, memberikan kerusakan dan kehancuran bagi kehidupan manusia dan makhluk lain.
Semoga kita termasuk jenis manusia yang kehadiran kita di dunia dalam waktu singkat bisa memberikan warna indah bagi dunia dan isinya sehingga ketika kita kembali kehadirat-Nya akan disambut oleh Allah dengan penuh kerinduan, karena kita telah menyelesaikan tugas-Nya sebagai penyebar kebaikan di muka bumi.
Untunglah kita dimanusiakan Tuhan 100%, bukan dihewankan dan ditumbuh tumbuhan.



Amin ya Rabbal ‘Alamin

SHALAT RUH


Dalam sholat ruh yang ber mi'raj di hadirat Tuhannya,
Ruh Jasmani di Alam Mulki
Ruhani di Alam Malakut
Ruh Idhofi di Alam Jabarut
Ruhul Qudus di Alam Lahut

Menyatulah ia dengan Tuhannya, maka nyatalah baginya
Ruh yang suci kembali kepada yang suci
Dia lah yang sholat, Dia lah yang mi'raj
Seperti ia kembali ke asalnya, Seperti ia pulang kepada yang menghidupkannya

Ruh yang menyatu hingga sirna ruang dan waktu
Sholat pun berlalu ...
Sholat pun bersatu ...
Menjadi Ruh dalam hening, Bening dalam agung keagungan
Hanya sendiri
Dirinya sendiri.......

TABIR HURUF HIJAIYAH & RAHASIANYA


Ilmu Huruf dan Rahasianya
Ketika huruf hijaiyah tertuang menjadi 28 makhraj (pengucapan huruf) dan setiap makhraj merupakan manzilah dari manzilah-manzilah bulan yang jumlahnya juga 28, maka tersusunlah huruf-huruf itu ke dalam susunan abjad dan huruf-huruf itu terbagi menjadi :
PERTAMA
bertitik dan tidak bertitik, menggambarkan nathiq (bicara) dan Shamit (diam)
KEDUA
mengandung empat unsur, yaitu :
1.Unsur Api : Alif, Haa, Tha, Shad, Mim, Fa, Syin
2.Unsur Angin : Ba, Waw, Ya, Nun, Ta, Dha
3.Unsur Air : Jim, Za, Kaf, Sin, Qaf, Tsa, Zha
4.Unsur Tanah : Ha, Lam, 'Ain, Ra, Kha, Ghain
KETIGA
dari segi kesendirian dan tidaknya terbagi menjadi :
1. Muradah adalah huruf-huruf Muqaththa'ah (yang terdapat di awal surat dalam Al-Qur'an) seperti huruf Alif, Kaf dan Dal
2. Matsani seperti Dal, Dzal, sampai Fa dan Qaf
3. Matsalis seperti Ba sampai Kha
dalam susunan Abatatsadari sisi Nuqthali (titik) : ada yang satu, dua dan tiga
KEEMPAT
Malfuzhi, Masruri dan Malbubi
Malfuzhi adalah huruf yang dalam pelafazannya/pengucapannya tidak sama antara huruf pertama dan huruf terakhir
( contoh : Alif dan Jim )
Masruri adalah huruf yang dalam pengucapannya sama antara huruf pertama dan huruf terakhir
( Mim, Nun, dan Wau )
Malbubi adalah huruf yang pengucapannya terdiri dari dua huruf
Ba, Ta. huruf ini juga disebut huruf 'illiyyah
KELIMA
Mushashalah dan Muwashahalah
Mushashalah
adalah huruf yang hanya bisa disambung dengan huruf sebelumnya
contohnya
Alif, Wau, Dzal, Ra, dan Za dan Dal
Muwashahalah
adalah huruf yang bisa disambung dengan huruf sebelum dan sesudahnya
KEENAM
huruf cahaya dan huruf kegelapan
cahaya adalah
Shat, Ra, A;if, Tha, 'Ain, Lam, Ya, Ha, Qaf, Nun, Mim, Sin, Kaf, Haa
yang semua terlimpah dalam kalimah ....
"jalan Ali benar kita pegang teguh"
dan selain huruf-huruf tersebut adalah huruf kegelapan
coba kita perhatikan nama-nama semuannya didominasi oleh huruf-huruf cahaya kecuali "Al-Wadud"
KETUJUH
huruf Mudghamah (tersembunyi) dan huruf Muzkharah (nampak)
masing-masing berjumlah 14 sama dengan pembagian jumlah Manzilah bulan yang nampak selalu berada di atas bumi, dan yang tersembunyi selalu berada di bawah bumi
huruf Mudghamah adalah huruf yang bila di awali (Al)
bunyi Al-nya tidak nampak, misalnya Ra dan Dal
huruf Muzkharah adalah huruf yang bila diawali (Al) bunyi Al-nya nampak misalnya Ba dan Jim
hukum huruf-huruf tersebut memiliki rahasia yang menakjubkan
misalnya dalam susunan Abatatsa
Alif merupakan huruf zat Yang Maha Suci yakni Al-Awwalu wal akhiru
adapun khalifah huruf Alif adalah Ya dan Wau
keduanya termasuk huruf Layyinah dalam menjelaskan semua huruf
sebagaimana wujud Yang Maha Suci adalah sumber dari semua wujud dan hal ini terkandung dalam doa, misalnya
" wahai Zat yang segala sesuatu terwujud karena keberadaan-Mu "
tak ubahnya kwalitas suara dan perbedaannya terjadi di udara karena ketergantungan gelembung pada sumber gelembung
karena itu kita tidak akan menemukan dua bentuk yang sama dalam semua wujud berdasarkan hukum penampakkan Ahadiyah (hukum Alif dan Ba) dan penampakkan nama
" Man laysa kamitslihi syay-un "
(Dia yang tidak diserupai oleh segala sesuatu)
demikian juga kita tidak akan mendapatkan dua suara dalam wujud yang sama
sebagaimana ini digambarkan oleh Allah SWT dalam Firmannya :
" diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah penciptaan langit dan bumi, dan perbedaan bahasa dan warna kulitmu, sesungguhnya dalam hal itu ada tanda-tanda kekuasaan Allah bagi semesta alam"
(Ar-Rum : 22)
Allah Yang Maha Mendengar suara ini dan semua suara yang kualitasnya telah terjadi dan akan terjadi di udara,
dengan satu pendengaran yang sifatnya hudhuri dan isyraqi
(pengenalan kita tingkat rasa)
(disarikan dari kitab Syarah Doa Jawsyan Kabir, Sabzawari)
30 kunci huruf hijaiyah yang berada di tubuh manusia, yaitu :
Alif = hidung
Ba = mata
Ta = tempat mata (lubang tempat mata)
Tsa = bahu kanan
Jim = bahu kiri
Ha = tangan kanan
Kha = tangan kiri
Dal = telapak tangan kanan dan kiri
Dzal = kepala dan rambut
Ro = rusuk kanan
Zai = rusuk kiri
Sin = dada kanan
Syin = dada kiri
Shod = pantat kanan
Dhod = pantat kiri
Tho = hati
Zho = gigi
'Ain = paha kanan
Ghain = paha kiri
Fa = betris kanan
Qof = betis kiri
Kaf = kulit
Lam = daging
Mim = otak
Nun = nur/cahaya
Wau = telapak kaki kanan dan kiri
Hha = sungsum tulang
LamAlif = manusia utuh
Hamzah = memenuhi segala
Ya = mulut/manusia
Amalan:
Yaa Allah saya bermohon kunci dengan ................
contoh :
Yaa Allah saya bermohon kunci dengan Alif ........
contoh :
Yaa Allah saya bermohon kunci dengan Hamzah .....

30 (huruf hijaiyah) dipakai untuk membersihkan bagian-bagian tubuh dari hal-hal yang negatif
sehingga tubuh dapat berfungsi normal dan tentunya meningkatkan tingkat kita dalam hal dunia akhirat..... INSHA ALLAH

Allah " berdakwah " tanpa terlihat oleh mata_


Ketika terus bersih taat mengalir ... AIR itu pun sedang berdakwah ... 
Ketika terus berdiam ridho ... TANAH itu juga sedang berdakwah ...
Tatkala terus kokoh bersinar terang ... API itu juga sedang dalam dakwah ... 
Tatkala terus memberi tanpa terlihat .... ANGIN itu pun juga sedang dalam dakwah ....
Semua pohon itu pun sedang berdakwah ... mereka tenang ... diam ... tidak banyak bicara ... hanya berbicara sekali musimnya ketika berbuah saja ... hasil akhirnya ....
Dalam berdzikir berjama'ah hamba hamba Allah yang telah diridhoi itu juga sedang berdakwah ...
Dalam berqosidah ... bergembira hati bernadzom bersholawat ... itu juga sedang berdakwah ....
" Menyapu membersihkan halaman rumah dan selokan selokan selokannya pun juga dakwah " ...
" Berakhlak yang baik ... penuh tata krama dan menjunjung adab kesopanan juga dakwah " ...
Berdakwah tidak musti berbicara lantang di panggung panggung ... keutamaan dakwah di sisi Allah ialah bagi diri sendiri dahulu dan yang terdekat diantara diri kita ...

Berdakwah lah kepada diri sendiri ...
dakwahi diri atas apa yang telah didapatkan atas rasa kecintaan kepada Allah yang Maha agung lagi Maha Luhur dalam setiap proses fase perjalanan diri ....
jangan terburu nafsu mendakwahi orang lain sebelum benar memperolehi Haq ijazah Nya ...
ngeri apabila itu bukan takaran diri kita ...
yaqin akan tiba waktu Nya nanti atas apa apa yang telah pasti tertulis dalam kitab Allah yang kekal ...

Dalam duduk terdiam anteng tenang sentausa bersama dzikrullah dan bersholawat pun pun semua sedang berdakwah ...

HATI


Dalam tubuh ada hati yang bercermin setiap waktu,  karena ia cerminnya sendiri.
Ketika ia sholat, itulah sholatnya
memuji Tuhannya, memandang Tuhannya tanpa batas waktu, tanpa ruang yang menentu
Setiap gerak hati adalah rakaatnya
setiap lapis kedalaman hati adalah khusu'nya
Inilah zikir hati dalam sholat
inilah dialog hati dalam sholat
Menggerakkan setiap lathifah dalam diri, hingga diri lebur dalam puji kepada-Nya
Hati hanya tunggal dengan tujuannya
hati hanya lebur dengan tujuannya
Maka mi'raj hati hanya dengan rasa
maka mi'raj hati hanya lebur dengan Tuhannya

Perjalanan hati dalam sholatnya me nafi kan kesyirikan yang tersembunyi
meNAFIkan pengAKUan dalam diri
yang ada hanya kekasihnya... yang ada hanya pandangnya
pada cermin yang tunggal..... pada rasa kesadaran

Sepanjang waktu, hati menjalani sholatnya
sepanjang waktu, hati menzikirkan Tuhannya
setiap ruang, hati menjalani sholatnya
setiap ruang, hati menzikirkan Tuhannya

Sholat HATI
sholat bersama raganya, sholat selalu bersamanya

PELIHARALAH SEMUA SHOLATMU DAN SHOLAT WUSTHA.
BERDIRILAH UNTUK ALLAH (DALAM SHOLAT) YANG KHUSU'
( QS. AL-Baqarah /2 : 238 )...

Rabu, 01 April 2015

DZIKIR: Menenteramkan Hati & Menyembuhkan Penyakit


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ..
Asih, ibu empat anak, sedih bukan main ketika dokter mengatakan dia mengidap penyakit kanker payudara stadium III. Pegawai negeri sipil ini divonis, usianya tinggal 8 bulan lagi.

Peristiwa itu terjadi pada 1982. Sebagai upaya medis, Asih kemudian melakukan operasi. Karena kanker yang dideritanya sudah menjalar ke kelenjar getah bening ketiak kanan. Usai operasi penyakitnya berangsur pulih.

Tetapi saat suaminya selingkuh, Asih mengalami stres yang berkepanjangan sehingga sakit di payudaranya kambuh lagi. Atas anjuran seorang sahabat, Asih bukan hanya melakukan perawatan medis, tapi juga ikut pengajian di salah satu majelis taklim di Jakarta. Di sini ia memperoleh tuntunan doa dan dzikir untuk menenangkan batinnya.

Dari sini batin Asih menjadi ‘kaya’. Ia memperoleh keyakinan, jika mendapat cobaan dan kita bertawakal kepada-Nya, maka Allah akan memberikan jalan keluar. Asih pun berusaha. Hari-harinya diisi dengan banyak melakukan sholat dan berdzikir.

Upaya Asih tidak sia-sia. Dua tahun kemudian Asih merasa tubuhnya semakin sehat. Pemeriksaan terakhir, membuat Asih hamper-hampir tak percaya. Ia dinyatakan sembuh total dan bisa menikmati hidup lebih panjang. Ini memang mengejutkan. Karena beberapa bulan sebelumnya, ketika ia memeriksakan penyakit nya ke sebuah rumah sakit kanker di Jepang, dokter memvonis kankernya telah mencapai stadium IV. Umurnya pun diperhitungkan hanya dalam hitungan bulan.

Pengalaman Asih cuma sepenggal contoh bagaimana kekuatan dzikir membangun harapan sekaligus kepasrahan diri seseorang kepada Allah SWT. Dzikir menjadi terapi psikoreligius.

Dzikir sebagaimana sholat, merupakan sebuah media untuk mendekatkan diri kepada Allah, Pencipta langit dan bumi. Makna dzikir bukan sebatas pada ucapand zikir itu sendiri. Dzikir adalah segala ucapan dan perbuatan seseorang di jalan Allah. Setiap hari minimal kita melakukan lima kali dzikir, yaitu saat sholat. Namun sebenarnya dzikir bisa dilakukan dimanapun dan dalam keadaan apapun.

Mencegah Dan Mengobati Penyakit ..

Kemampuan seseorang mendekatkan diri kepada Allah merupakan hakikat dari dzikir. Doa dan dzikir merupakan salah satu bentuk komitmen keberagamaan seseorang. Manfaat dzikir telah dibuktikan oleh banyak ilmuwan di berbagai belahan dunia.
Dr. Francis Keefe, peneliti dari Duke University Medical School, North Carolina, Amerika Serikat, dalam sebuah tulisannya di The Journal of Pain, April 2001, mengulas hasil penelitiannya tentang efek beragama dalam mengatasi nyeri artritis rematik.
Diagnosanya pada 35 penderita artritis rematik membuktikan bila pasien yang taat dan dekat dengan Tuhan lebih mampu mengatasi rasa nyerinya. Kata Francis, beragama membuat orang mampu mengatasi rasa bersalah, menghilangkan pikiran buruk, dan meraih ketenangan hidup.

Hal yang sama diungkapkan pula oleh Comstock, dalam Journal of Chronic Diseases, 1972. Bahwa orang yang melakukan kegiatan dzikir dan doa secara teratur ternyata risiko kematian akibat penyakit jantung koroner lebih rendah 50 persen. Sementara kematian akibat emphysema (penggelembungan paru) lebih rendah 56 persen, kematian akibat Cirrhois Hepatis (pengerasan hati) lebih rendah 74 persen, dan kematian akibat bunuh diri lebih rendah 53 persen. Selain itu, dzikir dan doa bisa membuat usia hidup penderita HIV/AIDS lebih panjang.

Kunci Ketenangan Jiwa ...
Manusia seringkali terlibat dalam kegelisahan. Padahal kegelisahan adalah awal datangnya penyakit. Seluruh kegelisahan itu bisa diatasi dengan berdzikir. "Dzikir merupakan kunci ketenangan," ujar KH Abdullah Gymnastiar.
Menurut Aa’ Gym, setiap gerak kita bisa dibarengi dengan dzikir kepada Allah. Jika itu dilakukan, kita akan tenang dalam melakukan sesuatu. Namun, yang terbaik dari dzikir adalah memahami apa yang diucapkan dan bisa merefleksikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Iman dan kekuatan dzikir bisa menjadi stabilisator jiwa, sehingga seseorang selalu diliputi ketenangan dan ketenteraman. Seorang mukmin tidak akan gembira berlebihan, atau hanyut dalam duka berkepanjangan. Seperti sabda Rasulullah SAW: "Sungguh ajaib orang yang beriman. Bila diberi karunia ia bersyukur dan itu baik untuknya. Bila diberi musibah ia bersabar dan itu baik untuknya".
Kata Rasulullah SAW, ada ucapan dzikir yang ringan diucapkan tapi berat timbangan kebaikannya, yaitu subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha ilallah, wallahu akbar.

Mengacu pada ilmu kedokteran jiwa saat ini, ditemukan adanya hubungan antara jiwa,saraf, dan kelenjar hormon. Cabang ilmu yang mempelajari masalah ini adalah psiko-neuro-endokrinologi. Doa dan dzikir dalam ilmu kedokteran jiwa menjadi terapi psikiatrik. Hal ini karena kemampuan doa dan dzikir dalam menenangkan hati sehingga kerja hormone menjadi sempurna dan tubuh pun sehat.
Manusia modern kerap hidup dalam ketergesaan, tekanan waktu, serta himpitan target. Kapan dan dimanapun ia dibayang-bayangi tekanan itu. Ketika target tidak tercapai, ia kelabakan dan stres. Dari sinilah rupa-rupa penyakit akan menggerogoti tubuh, seperti susah tidur sampai yang paling serius seperti kanker.

Semua ancaman itu tidak akan terjadi jika kita mampu mengelola hati. Yakinlah, apa yang ditentukan Allah untuk kita, tidak akan lepas dari tangan kita. Sebaliknya, apa yang tidak ditentukan Allah untuk kita, tidak akan mampu kita meraihnya, sekuat apapun kita berusaha. Pasti ada hikmah dibalik setiap ketentuan-Nya.

Ketenangan hati kita akan berbuah pada cara pandang yang positif atas berbagai persoalan yang kita hadapi. Ini merupakan bekal hidup yang paling berharga, untuk menjaga kesehatan fisik dan meraih ketenangan hidup.


Zikir Along The Way ..

Kita perlu menyempatkan waktu khusus untuk bedrzikir, berdoa, dan bermunajat kepada-Nya. Selebihnya, kita bisa melakukannya kapan saja dan di mana saja.
Seusai Sholat ..
Sempatkan untuk berdzikir seusai sholat, terutama sholat fardhu. Pusatkan konsentrasi pada bacaan yang kita lantunkan dari dalam hati. Kita akhiri dengan membaca doa. Akan lebih bagus lagi jika kita ikuti dengan membaca beberapa ayat Al-Qur’an.

Awali dengan Basmalah ..

Kita awali kegiatan kita hari ini, saat melangkahkan kaki ke luar rumah, dengan membaca "Bismillahi tawwakaltu ‘ala Allahi, la haula wala quwwata ilaabillah". Dengan menyebut asma Allah, aku bertawakal kepada-Nya, tidak ada daya upaya dan kekuatan apapun kecuali dari Allah.
Di setiap kita memulai kegiatan, kita awali dengan membaca basmalah: bismillahi ar rahman ar rahim. Menurut Quraish Shihab, seraya membaca basmalah, kita menyadari sepenuhnya bahwa kita tidak dapat melakukan sesuatu kecuali atas izin dan pertolongan-Nya, dan kita melakukan segalanya semata karena Allah.
Di jalan, dimanapun saat kita meluncur di keramaian jalan, mungkin kita sudah disibukkan oleh komunikasi dengan atasan atau kolega. Di sela itu, lantunkanlah dzikir kepada-Nya. Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha ilallah, wallahu akbar. Mahasuci Allah, segala puji hanya untuk Allah, tiada yang patut disembah kecuali Allah, dan Allah Mahabesar. Ini akan memberi dampak yang sangat positif, ketimbang kita membiarkan diri sewot oleh kemacetan, marah, mengumpat, memencet klakson keras-keras. Perilaku semacam ini justru akan membuat jantung berdegup lebih kencang dan menumpuk benih stres.
Di sela-sela pekerjaan, saat menunggu giliran, saat waktu luang, selalu sempatkan untuk berdzikir.

Akhiri dengan Hamdalah ..

Kita syukuri sekecil apapun hasil yang kita capai, dengan mengucap puji kepada Allah. Ini akan membersihkan hati kita dari penyakit takabur dan sombong.
Menjelang Tidur ..
Kita akhiri hari ini dengan menuju peraduan, beristirahat tidur. Sebelum mata terlelap, kita muhasabah, introspeksi, menghitung apa yang telah kita lakukan hari ini. Jangan-jangan kita menumpuk lagi dosa sepanjang hari ini. Untuk itu kita beristighfar, lalu membaca doa tidur.


Sholat Malam ..
"Wa minal laili fatahajjad bihi nafilatallaka". Dan pada sebagian malam, bertahajudlah sebagai ibadah tambahan bagimu. Meski statusnya adalah ibadah tambahan, tapi tahajud menduduki posisi istimewa.
Pertama, karena dikerjakan di tengah malam, ketika tidur adalah sebuah kenikmatan tiada tara, dan bangun adalah sebuah kesulitan yang luar biasa. Kedua, Allah menjanjikan pahala besar dan kemakbulan doa.

Di keheningan malam inilah, kita mengerjakan sholat, berdzikir sepuas hati, berdoa dan bermunajat kepada-Nya. Seolah kita berdialog langsung dengan Allah. Kita adukan semua persoalan kepada Allah, seraya menyadari betapa banyak dosa yang telah kita perbuat. Kita mohon ampun, sekaligus mohon dibukakan pintu rahmat, kemudahan, dan kelancaran atas segala urusan.

Semoga bermanfaat dan penuh Kebarokahan dari Allah ..
Wallahu a'lam bish-shawab ...
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ..

Obat itu bernama: SYUKUR, SABAR dan SHALAT MALAM


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ..

"Qumillail ya habibati ..
Wake up honey ..
Bangun sayang ..
Udah jam tiga nih ..
Ditungguin tuh ama Allah dari tadi, ..
Mau setoran engga ?"

Kalimat singkat itu adalah SMS yang dikirimkan Ahmad kepada istri tercintanya hampir setiap dini hari menjelang terbit fajar ketika ia bertugas diluar kota. Ada penyesalan yang mendalam bila kehidupan malam terlewatkan oleh mereka begitu saja tanpa curhat, berkeluh-kesah, bermunajat, mengharap dan memohon kepada Sang Penguasa jagat, Sang Pemberi maaf dan Penerima taubat, kepada Sang Pengasih dan Penyayang. Serasa nikmat bila sedang terjaga dimalam hari tatkala banyak orang tidur dengan lelapnya. Kenikmatan itu mungkin takkan mereka rasakan bila Allah tidak menguji terlebih dahulu dan kemudian Dia selalu menyayangi dan membimbing mereka kejalan-Nya.

Tepat tiga tahun Ahmad menikah dengan istri tercinta. Khairani, yang 'dipacari' hanya dalam tempo dua mingguan yang kemudian dilamar, selang kurang lebih dua bulan tepatnya Sabtu 28 Desember 2002, mereka menikah.
Sungguh masa ta'aruf (perkenalan) yang begitu singkat menurut ukuran remaja sekarang. Entah mengapa Ahmad merasa dialah istri yang Allah kirimkan kepadanya, hingga saat perjumpaan pertama sudah ada rasa penasaran dan keyakinan yang mendalam dalam hatinya. Ia sosok yang berbeda, seorang wanita yang sholehah, tegar, dewasa, percaya diri, cerdas, manis, ceria dan 'kekeh' dalam pendirian, tempat curhat teman-temannya, sosok problem solver, sorot matanya yang syahdu menjadikan Ahmad salah tingkah dibuatnya dan yang unik mereka mempunyai kesamaan hobbi yaitu selalu membawa Al-Qur'an kecil dalam tas mereka dan sama-sama menyukai musik kitaro. Ia sosok wanita yang dijumpainya lewat mimpi-mimpi pasca istikhoroh. Hampir 90% kriteria yang Ahmad harapkan dalam munajatnya ada pada dirinya.
Ternyata Allah menguji kesabaran, kasih sayang dan kesetiaan Ahmad dan istrinya secara bertubi-tubi, disaat mereka sedang menikmati indahnya 'berpacaran' pasca nikah, Allah menyapa mereka melalui kesulitan ekonomi, sakit maag, asam lambung tinggi dan sakit di kepala yang diderita istrinya.

Gadis blesteran Betawi-Sunda yang besar di kampung orang ini, jantung hati Ahmad dan pendamping hidup yang selama beberapa tahun dikenalnya ini seolah-olah berubah 180° menjadi orang lain dan asing, phsykisnya terganggu. Dia menjadi nerves, mudah labil, sering mengeluh, kekhawatiran yang berlebihan dan ketakutan yang tak beralasan, shalat tidak khusyu'.
Menangis adalah solusi yang tercepat yang diambilnya kagak ngurus dimanapun dan kapanpun, pernah sampai beberapa malam tidak bisa tidur, entah pikiran apa yang merasuk dibenak dan perasaannya , dia sendiri bingung untuk mengutarakannya, hingga kurus sekali badannya. Allah menyapa Ahmad dan isterinya dengan ujian agar mereka tetap bersabar;

"Dan sesunguhnya kami akan menguji kalian, sehingga terbukti siapa diantara kalian yang melakukan jihad sebenarnya dan siapa yang sabar. Dan Kami akan menguji sepak terjang kalian." (QS. Muhammad[47] ; 31)

" Ujian yang tiada henti-hentinya menimpa kaum Mu'min pria dan wanita, yang mengenai dirinya, hartanya dan anaknya, tetapi ia tetap bersabar, ia akan menemui Allah dlam keadaan tiada berdosa" (H.R. Turmudzi)

Subhanallah ...
Allah sangat sayang kepada Ahmad dan istrinya, mereka dibimbing-Nya dan diberi petunjuk agar lebih memahami pesan-pesan- Nya, untuk lebih bersabar dan bersyukur atas ujian tersebut, untuk lebih mendewasakan diri, untuk lebih dekat dalam mengenal dan mencintai-Nya, untuk saling mengenal dan memahami karakter kami yang sesungguhnya, untuk lebih bisa mengambil hikmah dibalik setiap kejadian, untuk lebih gigih dalam bekerja dan berusaha, untuk lebih banyak belajar tentang makna hidup dan kehidupan.

Ahmad merasa bersyukur, karena Allah Yang Maha Mengetahui apa yang tersembunyi dan tergores di dalam hati hamba-hamba- Nya menyapanya dengan ujian. Mari kita perhatikan hadits qudsi yang diriwayatkan oleh imam Thabrani dari Abu Umamah r.a berikut: Allah berfirman kepada Malaikat-Nya: "Pergilah kepada hamba-Ku. Lalu timpakanlah bermacam-macam ujian kepadanya karena Aku mau mendengar suaranya".

Al-hamdulillah hingga kini Ahmad terus memegang salah satu pesan penuh makna dari KH Imam Badri, mantan Direktur KMI yang kini menjadi salah seorang Pimpinan PM. Gontor, beliau berpesan: "in shobarta 'alal-asyaqqi qoliilan, istamta'ta 'alal-aladzdzi thowiilan" , artinya : "Jika ananda bersabar dengan kesulitan dan kesusahan yang sebentar, maka kamu akan menikmati kelezatan yang panjang".

Di Semarang, Ahmad mendapat nasehat yang sangat berharga dari Eyang Ikhwan, mertua temannya yang sudah dianggap seperti orangtuanya. Beliau berpesan: " Bungah susah ayo podo dilakoni" yang bermakna: "Susah senang mari nikmati dan jalani bersama".
David J. Mahoney, Pendiri Banyan System, Inc.(1983) Perusahaan yang bergerak di bidang system operasi jaringan dalam bidang bisnis dan kini menguasai hamper separuh pasar Amerika Serikat.
Ia berkata: " Agar punya pengalaman, anda harus terpentok dulu.. miliki pengalaman. Jika anda bisa bertahan berarti anda diajarkan bagaimana bangkit kembali".

Dalam masa terapi istrinya , Ahmad betul-betul menikmati dan tak henti-hentinya bersyukur atas bimbingan dan pertolongan- Nya, istrinya langsung di bimbing dan dikonseling oleh Allah swt, Dialah Allah, Dzat yang mempertemukan istrinya dengan Ust. Yusuf Mansur, seorang hafidz, penulis, anak muda yang gigih, ulet, futurist, pantang menyerah, dan lebih dewasa ketimbang umurnya, yang mengerti kejiwaan dan dijuluki orang dengan sebutan 'Ustadz spesialis sedekah'.

Dialah Allah SWT, yang mempertemukannya dengan dokter Hari Wibowo, seorang ahli kejiwaan ternama di RS. Honoris Tangerang yang menumbuhkan kembali semangat dan motivasi istrinya . Allah jualah yang mempertemukannya dengan Kyai Sa'adih Al-Batawi, seorang Kyai "sedekah' yang mempunyai majelis dzikir dan balai pengobatan robbani 'ala Ibnu Sina yang 'bebas pulsa' bahkan ia kerap kali memberi ongkos pulang dan uang jajan kepada pasiennya, dengan dialek betawinya yang khas ia selalu menasehati pasiennya agar berserah diri seutuhnya hanya kepada Allah.
"Hasbunallah wani'mal wakieil Ni'mal maula wani'man nashier"

Suatu malam isteri Ahmad bermimpi saat kerinduan yang sangat akan kehadiran anak titipan Allah dalam kehidupan berumahtangga mereka, saat ia sedang disapa Allah dengan penyakitnya, dalam tidurnya ia kedatangan seorang Kyai berjubah putih dan kepalanya ditutupi lilitan sorban putih, belum pernah ia kenal sebelumnya dengan rambut, kumis dan jenggotnya yang panjang dan putih semua, kulitnya keriput, sorotan matanya tajam bak burung elang, tangannya mengenggam erat sebuah tongkat.

Dalam mimpi tersebut istrinya tertegun dengan nasehat Kyai Misterius itu , dengan suaranya yang agak serak sang Kyai berkata : "Qumillail !!!...", sebuah kalimat perintah yang singkat, padat dan penuh makna. Sang Kyai langsung pergi begitu saja dan spontan sang isteri bangun dari tidurnya, sambil berucap :" subhanallah, walhamdulillah wala ilaha illallahu wallahu akbar,walahawla walaquwwata illa bilahil 'aliyyil'adzhim. .. terima kasih Tuhan Kau tak henti-hentinya membimbingku"
Sedari peristiwa itu mereka kembali menggalakkan tradisi yang dulu hanya dilakoni saat butuh kepada Allah saja, tradisi yang dulu sebenarnya dicanangkan dan diniatkan berdua sebelum menikah yaitu: Qiyaamul-lail, sunnah Nabi Muhammad SAW yang dalam salah satu haditsnya beliau berkata: "Hendaklah kamu melaksanakan shalat malam meskipun hanya satu raka'at".

Perintah Allah dalam Al-Qur'an yang diiming-imingi dengan maqomam mahmuda (tempat yang terpuji) sebagai ganjarannya.
Tradisi orang-orang sholeh terdahulu yang selalu mengingat Allah dalam kondisi apapun dan bagaimanapun, mereka yang tidak pernah sombong dan senantiasa jauh dari tempat tidur selalu berdo'a , takut kepada Allah dan senantiasa berinfaq serta bersedekah.

Sebuah tradisi yang dilazimkan oleh beberapa orang zaman 'saiki' yang sukses dan diberkahi Allah dalam urusan dunianya. Mereka yang pada siang harinya bagai singa, dan malam bagai para pengibadah yang zuhud. Tradisi yang akan mengharmoniskan hubungan kita dengan Sang Kholiq dan juga sebagai penebus dosa-dosa yang kita lakukan, mencegah diri kita dari perbuatan dosa, dan mengusir bala dan obat bagi penyakit yang ada pada jasmani dan rohani kita.

Tradisi yang akan membedakan orang-orang cerdas (alladzina ya'lamun) dan orang-orang yang bodoh (alladzina la ya'lamun). Tradisi yang akan menyebabkan seseorang masuk sorganya Allah dengan selamat, aman, tentram dan damai.

Suatu hari dalam majelis Rasulullah Saw, shahabat RA. Bertanya:
" Ya Rasulullah!! Dosa-dosamu yang lalu dan akan datang telah diampuni oleh Allah, mengapa engkau harus bersusah payah dalam beribadah dan taat kepada Allah hingga tumitmu bengkak dan pecah-pecah? .

Rasulullah saw menjawab:
"Apakah tidak boleh aku bersyukur atas segala karunia yang Allah berikan kepadaku, Dia yang menghidupkanku dari tiada menjadi ada,
Apakah tidak boleh aku bersyukur sementara Allah telah menganugerahkan kepadaku akal, pikiran, pemahaman dan kenabian,
Apakah tidak boleh aku bersyukur kepada Allah yang telah memberikanku taufiq dan bimbingan-Nya untuk selalu taatApakah tidak boleh aku bersyukur kepada Allah yang telah menerima taatku dan ibadahku" (Al-hadits)

Demikian Rasulullah SAW, seorang manusia luar biasa yang diberikan tempat terpuji disisi Allah (maqomam mahmuda) sebab akhlak mulianya dan keta'atannya kepada Allah, yang dalam sehari semalam beristighfar minimal 70 kali, sedangkan kita,.... Siapa sih kita , apa sih kita dimata Allah ? Jaminan apa yang bisa kita banggakan ? Bahkan amal-amal kitapun terkadang masih diringi riya. Sungguh merugilah kita yang kehilangan saat-saat Allah menjenguk kita setiap sepertiga malam, saat Allah turun kelangit dunia ini, saat Allah bertutur :

" Siapa yang berdo'a maka akan Aku kabulkan, siapa yang meminta akan Aku beri, siapa yang mohon ampun atas dosa-dosanya akan aku ampuni"

Oleh itu saudaraku, marilah kita temui Allah setiap malam, kita nikmati indahnya kehidupan malam saat Sang Kholiq menjenguk kita dan menawarkan solusi atas segala problematika hidup kita. Kita jumpai dan ingat Allah saat malam hari maka Allah akan menjumpai dan mengingat kita saat siang hari, kita libatkan dan ingat Allah saat senang kita maka Allah akan mengingat kita saat kesedihan menimpa dengan memberi solusi yang terbaik. Amien..

Kisah Nyata: Keajaiban Dzikr LAA ILAHA ILLALLAH


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ..

Banyak kisah yang menceritakan tentang keajaiban dzikir ataupun amalan yang memang Allah perintahkan. Jika didaftar, jumlahnya mungkin jutaan hingga tak terhingga. Bahkan, setiap kita, pasti pernah mengalaminya. Banyak hal yang menjelaskan tentang hal ini. Tapi yang paling pasti, bahwa keajaiban yang Allah berikan itu, bermaksud menegaskan satu kaidah, bahwa Allah itu benar-benar ada. Dan, KuasaNya, tak ada yang menandingi.

Sore itu, seorang istri berkisah tentang apa yang dialaminya ketika proses persalinan salah seorang anaknya. Ujiannya teramat rumit. Dan pasti; berat. Dalam kehamilan anak kesekiannya itu, wanita ini berulangkali mengalami pendarahan. Mungkin karena banyak aktivitas, atau memang beban hidup yang tak bisa dianggap ringan.Untungnya, wanita ini masih merasa mempunyai Allah. Sehingga, kata menyerah atau putus asa, tak pernah bersarang di dalam sanubarinya. Dia yakin, bahwa yang menitipkan anak dalam rahimnya, adalah Allah yang Maha Menciptakan.

Dengan keyakinan itu, dia berusaha dengan sekuat tenaga agar anaknya ini lahir dengan selamat. Hingga akhirnya, setelah beberapa kali pendarahan sejak 5 bulan karena placenta previa, medis memutuskan untuk melakukan operasi cesar ketika kandungannya berusia 8 bulan.
Dilema tentunya. Bukan hanya terkait usia kandungan dan kondisi kesehatan sang ibu juga calon bayi, tapi juga terkait kondisi keuangan yang harus dibayarkan kepada pihak rumah sakit. Tapi sekali lagi, niat baik selalu menemukan muaranya. Hingga akhirnya, calon nenek sang bayi menandatangani perjanjian dengan pihak rumah sakit untuk melakukan operasi.

Atas ijin Allah, operasi berjalan lancar. Meski, sang bayi harus dirawat intensif di rumah sakit sampai keadaannya berangsur normal. Keluarga ini pun sibuk mencari dana untuk pembayaran biaya rumah sakit. Apalagi, sejak prosesi operasi hingga jabang bayi dirawat intensif itu, sudah memakan waktu selama lima belasan hari.Sayangnya, Allah berkehendak lain. Sejauh kaki melangkah, usaha ibu dan keluarganya itu nihil. Hingga akhirnya, sang bayi ditahan di rumah sakit; tidak diijinkan pulang sampai pembayaran lunas. Menarik, ibu ini tak kelihatan menyerah. Dalam keterdesakan yang akut ini, dia bertutur,

“Sama sekali, saya tidak mempunyai harapan atau sandaran. Semua keluarga sudah dihubungi. Tapi memang, kami sedang dalam kesulitan keuangan. Namun, satu hal yang selalu saya ingat dan yakinkan; saya masih punya Allah.
Entah bagaimana awalnya, saya bertemu dengan seorang yang sama sekali belum pernah saya temui. Dia bertanya perihal apa yang saya alami. Kemudian dia mengatakan, ‘Segera buat rekening, ya? Ini nomor hand phone saya. Jika sudah ada nomor rekening, silahkan smskan ke nomor tersebut.’ Seperti mendapatkan durian runtuh, saya langsung bergegas, mendatangi bank terdekat.Saya ingat betul. Untuk membuat rekening, kala itu hanya perlu uang lima puluh ribu rupiah. Setelah selesai, saya kirimkan nomor rekeningnya ke nomor hand phone yang tadi diberikan. Tak berselang lama, diterimalah sebuah pesan di hand phone saya, bahwa sudah ditransfer dana sebesar delapan juta rupiah untuk biaya selama di rumah sakit.

Dalam ketidakpercayaan yang bercampur aduk, saya beranjak mengecek kebenaran informasi itu. Benar. Ada uang sejumlah itu. Segeralah saya ambil dan menyerahkannya ke pihak rumah sakit. Akhirnya, kami bisa melenggang keluar rumah sakit.”
Logis? Sama sekali, tidak! Tapi begitulah; pengalaman membuat pendapat tak lagi terlalu relevan. Karena fakta, sekecil apapun, selalu lebih kuat dibanding pendapat sebesar apapun. Apalagi, jika sekedar wacana yang tak kunjung berbukti.

Lantas, bagaimana kelanjutan cerita ibu itu?“Dalam keterdesakan itu, saya benar-benar buntu. Tidak tahu harus bagaimana. Untunglah, alam bawah sadar saya selalu berbisik. Bahwa Allah Maha Kuasa untuk melakukan apapun yang Dia kehendaki. Nah, selama masa itu, saya tak berhenti mengulangi kalimat Laa Haula wa Laa Quwwata Illa Billah. Bahwa tak ada daya dan upaya kecuali karena Allah. Dzikir itu, terus saya lantunkan. Selama proses pendarahan, hingga keputusan operasi dan dalam keadaan tak bisa pulang karena ‘ditahan’ oleh pihak rumah sakit.Termasuk, ketika akhirnya saya bertemu dengan orang baik yang meminta agar saya membuat nomor rekening tabungan. Dan, dengan cuma-cuma dia kirimkan uang sejumlah jutaan rupiah itu. Anehnya, sesaat setelah selesai melaksankan pembayaran rumah sakit, nomor hand phone pria ini tak aktif lagi. Orangnya tak dikenal. Dan, sampai sekarang, kami belum mengetahui dimana rimbanya.Jika mengingat hal ini, saya hanya bisa menangis. Berterimakasih kepada Allah atas kemahabaikanNya. Meskipun, bakti kami padaNya, ala kadarnya.
Mungkin, anda akan bertanya, ‘Dimana suami saya ketika itu?’ jawabnya, ‘Dia sudah berusaha. Tapi Allah belum memberikan keberhasilan padanya.’”

Memang, dalam banyak masalah, ada solusi-solusi yang kadangkali, tak ada hubungannya dengan permasalahan, jika ditilik dari segi logika. Namun Allah, selalu punya cara untuk membantu siapa yang bersungguh-sungguh dan yakin kepadaNya.

Kisah ini, semakin membuktikan. Bahwa Allah, benar adanya. Dia akan mendatangi kita, ketika kita mendatangiNya. Dia Maha Dekat, melebihi dekatnya urat leher kita. Karena Dialah yang telah menciptakan, merawat dan mendidik kita, maka sangat mustahil jika dia meningalkan kita. Pertanyaannya, “Seberapa besar keyakinan kita kepada dzat Yang Maha Besar itu?” []

Wallahu a'lam bish-shawab ...Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ..

Dzikir RINGAN, Pahala BERAT


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ..

Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Baginda Rasulullah saw bersabda, ..
“Barangsiapa pada waktu pagi dan pada waktu petang membaca SUBHANALLAHI WABIHAMDIHI sebanyak 100 kali, maka tidaklah seorangpun membawa yang lebih utama pada hari kiamat daripada apa yang dibawa olehnya, kecuali orang yang mengucapkan kalimat (tasbih tersebut) sebanyak yang diucapkan atau yang melebihinya.” (HR. Muslim).

So sahabat ..
where ever you are,
jadikanlah dzikir tersebut sebagai bacaan rutin kita, istiqomah tiap ba’da Subuh dan Ashar.
Ringan di lidah tetapi banyak sekali manfaatnya, dunia akherat.

Beruntung orang yang menyampaikan,
beruntung orang yang mendengarkan atau membacanya,
tapiiiiii …… lebih beruntung lagi orang yang mau mengamalkannya ..

Singkat, hemat, padat, tapi insya Allah manfaat dunia akherat ..

Subhanallah!!
Begitu mudah mendapatkan pahala, yang penting ada keinginan dan kemauan ..
Wallahu a'lam bish-shawab ...

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya

Berkah Shalat DHUHA


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ..

Sholat Dhuha adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim ketika matahari sedang naik.
Kira-kira, ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga kira-kira pukul sebelas siang. Jumlah raka’at shalat dhuha bisa dengan 2,4,8 atau 12 raka’at. Dan dilakukan dalam satuan 2 raka’at sekali salam

A. Tata Cara Shalat Dhuha ...
Pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah membaca surat Asy-Syams (Surat yg lain juga ngak apa-apa)
Pada rakaat kedua membaca surat Adh-Dhuha (Surat yg lain juga ngak apa-apa)

Niat shalat dhuha adalah:
Ushallii sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya: ” Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah.”

Doa yang dibaca setelah shalat dhuha:

Alloohumma
innadhdhuhaa a dhuhaa uka ..
wal bahaa a bahaa uka ..
wa jamaala jamaaluka ..
wal quwwata quwwatuka ..
wal qudrota qudrotuka ..
wal ’ishmata ‘ishmatuka ..

Alloohumma... 
in kaana rizqii fissamaa i fanzil hu ..
wa in kaana fil ardhi fakhrij hu ..
wa in kaana mu ’assiron fayassir hu ..
wa in kaana harooman fathohhir hu ..
wa in kaana ba ’iidan faqorrib hu ..
bi haqqi dhuhaa ika wa bahaa ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudrotika... aatinii maa aataita ‘ibaadakashshoolihiin ..

“Ya Allah, bahwasanya waktu Dhuha itu adalah waktu Dhuha-Mu, 
kecantikan ialah kecantikan-Mu, ..
keindahan itu keindahan-Mu, ..
dan perlindungan itu, perlindungan-Mu” ...

“Ya Allah, 
jika rezekiku masih di atas langit, ..turunkanlah 
dan jika ada di dalam bumi , keluarkanlah, ..
jika sukar mudahkanlah, 
jika haram sucikanlah, ..
jika masih jauh dekatkanlah, ..
berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh”.

B. Rahasia dan Keutamaan shalat Dhuha ...
Hadits Rasulullah saw yang menceritakan tentang keutamaan shalat Dhuha, di antaranya:

1. Sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia ..
Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi Muahammad saw bersabda:
“Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala” (HR Muslim).

2. Ghanimah (keuntungan) yang besar ...
Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata:“Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang. Nabi saw berkata: “Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!. Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya).
Lalu Rasulullah saw berkata; “Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya?
Mereka menjawab; “Ya!
Rasul berkata lagi: “Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya.” (Shahih al-Targhib: 666)

3. Sebuah rumah di surga ..
Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muahammad saw:
“Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat maka akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (HR. Ath Thabarani)

4. Memeroleh ganjaran di sore hari ...
Dari Abu Darda’ ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw berkata:“Allah ta`ala berkata: “Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya” (Shahih al-Jami: 4339).
Dalam sebuah riwayat juga disebutkan: “Innallaa `azza wa jalla yaqulu: Yabna adama akfnini awwala al-nahar bi’arba`i raka`at ukfika bihinna akhira yaumika” (“Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla berkata: “Wahai anak Adam, cukuplah bagi-Ku empat rakaat di awal hari, maka aku akan mencukupimu di sore harimu”).

5. Pahala Umrah ...
Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah….(Shahih al-Targhib: 673).
Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda: “Barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna” (Shahih al-Jami`: 6346).

6. Ampunan Dosa ...
“Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi)

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ....