Salam Kenal

Semoga Sahabat dapat mengambil Manfaat dari BLOG kami....

Rabu, 20 Mei 2015

EMPAT KUNCI ILMU


1) Bertanya:
"Dan Kami tidak mengutus Rasul-rasul sebelummu (wahai Muhammad) melainkan orang-orang lelaki yang Kami wahyukan kepada mereka (bukan malaikat); maka bertanyalah kamu kepada Ahluzzikri jika kamu tidak mengetahui."
[Surah Al Anbiya' 21:7]
"Tuhan yang menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya, dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, Ialah Ar-Rahman (Tuhan Yang Maha Pemurah); maka bertanyalah akan hal itu kepada Yang Mengetahuinya."
[Surah Al Furqan 25:59]
2) Mendengar:
"Janganlah engkau (wahai Muhammad) kerana hendakkan cepat menghafaz Quran yang diturunkan kepadamu menggerakkan lidahmu membacanya (sebelum selesai dibacakan kepadamu). Sesungguhnya Kamilah yang berkuasa mengumpulkan Al-Quran itu (dalam dadamu) dan menetapkan bacaannya.
[Surah Al Qiyamah 75:16-17]
3) Membaca:
"Bacalah (wahai Muhammad) dengan nama Tuhanmu yang menciptakan (sekalian makhluk), Dia menciptakan manusia dari sebuku darah beku.
Bacalah dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah.
Yang mengajar manusia melalui pena dan tulisan.
Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."
[Surah Al 'Alaq 96:1-5]
4) Takut kepada Allah:
"Dan takutlah kepada Allah; Allah akan mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
[Surah Al Baqarah 2:282]

UNTUK APA KITA ADA ?


Kalau direnungi secara dalam, seorang manusia hadir di dunia benar-benar hanya sesaat saja, seperti sekejab mata jika di bandingkan dengan usia bumi yang sudah sangat tua. Ibarat matahari yang nampak terlihat, terbit dan tenggelam begitu lah perjalanan hidup manusia di dunia ini. Yang membedakannya, matahari terbit dan tenggelam kemudian terbit lagi dan tenggelam lagi dan seterusnya, sementara seorang manusia terbit dan tenggelam, kemudian tidak akan pernah terbit lagi untuk selamanya.

Kehidupan yang sesaat diberikan oleh Tuhan kepada manusia tidak lain agar manusia bisa memberikan pengabdian terbaik kepada-Nya, kepada sesama manusia dan seluruh alam sehingga manusia tersebut benar-benar menjadi orang yang bermanfaat. Sebagian lahir dengan mengikuti kodrat alamiah manusia sebagai pengabdi untuk membuat kehidupan di bumi menjadi lebih baik.
Sementara sebagian manusia hidup di dunia ini dalam kondisi tidak kreatif, lahir menjalani kehidupan, kemudian meninggal dunia, berlalu seperti debu yang tertiup angin di musim panas. Kehadiran dan ketidakhadirannya di dunia tidak memberikan pengaruh apa-apa, dan inilah kebanyakan manusia.
Ada juga manusia yang hadir di dunia ini memberikan warna hitam, kehadirannya mempersuram kehidupan di muka bumi dengan berbagai kerusakan yang dilakukannya. Setelah dia berlalu sesuai dengan umur yang diberikan Tuhan, dia kemudian meninggalkan warisan hidup berupa kekacauan dan ketidakserasian.

Tentang hal ini, saya teringat pertanyaan Guru kepada saya, “Untuk apa Tuhan menciptakan daun jelatang?”. Jelatang adalah salah satu jenis semak yang batang dan daunnya sangat gatal bila disentuh. Jelatang sepintas lalu tidak bisa dimanfaatkan untuk apapun oleh manusia, hanya mengganggu saja. Saya tidak bisa menjawab pertanyaan Guru tentang jelatang tersebut dan kemudian Beliau menjawab sendiri, “Untuk meramai-ramaikan dunia”.
Jadi kehadiran Jelatang di muka bumi ini hanya untuk membuat bumi menjadi ramai, tidaka lebih dan tidak kurang. Lalu bagaimana kehadiran kita di dunia yang fana ini? Apa sama dengan binatang?

Tuhan menciptakan rumput untuk dimakan kambing, Tuhan menciptakan kambing untuk dimakan manusia, Tuhan menciptakan manusia untuk?
Tuhan menciptakan plankton untuk di makan ikan, Tuhan menciptakan ikan untuk dimakan manusia, Tuhan mencipakan manusia untuk?
Kalau kita tidak mengetahui untuk apa tujuan Tuhan menciptakan manusia, berarti kehadiran kita di dunia ini sama dengan kehadirat ikan, rumput, kambing dan lain-lain, hanya sebagai pelengkap agar dunia ini menjadi ramai.
Tuhan menciptakan manusia dengan tujuan yang sangat istimewa, untuk mengabdi kepada-Nya lewat ibadah dan lewat aktifitas sehari-hari yang bisa memberikan manfaat kepada semua. Nabi juga pernah memberikan nasehat tentang hal ini dimana manusia terbaik menurut Beliau adalah manusia yang paling bermanfaat untuk sesama.
Semakin memberikan manfaat kepada sesama, maka semakin baik nilai manusia dimata Allah dan Rasul-Nya. Atas dasar itu, harapan Nabi kepada Ummatnya agar dalam kehidupan yang dijalani hendaknya bisa menjadi rahmat bagi keluarga, lingkungan dan bisa menjadi rahmat bagi seluruh Alam.
Dalam kehidupan yang sangat singkat ini, mari kita renungkan dalam-dalam tentang apa yang telah kita lakukan di dunia ini, apakah telah sesuai dengan tujuan penciptaan sebagai pengabdi yang memberikan manfaat untuk semua atau keluar dan tujuan tersebut, memberikan kerusakan dan kehancuran bagi kehidupan manusia dan makhluk lain.
Semoga kita termasuk jenis manusia yang kehadiran kita di dunia dalam waktu singkat bisa memberikan warna indah bagi dunia dan isinya sehingga ketika kita kembali kehadirat-Nya akan disambut oleh Allah dengan penuh kerinduan, karena kita telah menyelesaikan tugas-Nya sebagai penyebar kebaikan di muka bumi.
Untunglah kita dimanusiakan Tuhan 100%, bukan dihewankan dan ditumbuh tumbuhan.



Amin ya Rabbal ‘Alamin

SHALAT RUH


Dalam sholat ruh yang ber mi'raj di hadirat Tuhannya,
Ruh Jasmani di Alam Mulki
Ruhani di Alam Malakut
Ruh Idhofi di Alam Jabarut
Ruhul Qudus di Alam Lahut

Menyatulah ia dengan Tuhannya, maka nyatalah baginya
Ruh yang suci kembali kepada yang suci
Dia lah yang sholat, Dia lah yang mi'raj
Seperti ia kembali ke asalnya, Seperti ia pulang kepada yang menghidupkannya

Ruh yang menyatu hingga sirna ruang dan waktu
Sholat pun berlalu ...
Sholat pun bersatu ...
Menjadi Ruh dalam hening, Bening dalam agung keagungan
Hanya sendiri
Dirinya sendiri.......

TABIR HURUF HIJAIYAH & RAHASIANYA


Ilmu Huruf dan Rahasianya
Ketika huruf hijaiyah tertuang menjadi 28 makhraj (pengucapan huruf) dan setiap makhraj merupakan manzilah dari manzilah-manzilah bulan yang jumlahnya juga 28, maka tersusunlah huruf-huruf itu ke dalam susunan abjad dan huruf-huruf itu terbagi menjadi :
PERTAMA
bertitik dan tidak bertitik, menggambarkan nathiq (bicara) dan Shamit (diam)
KEDUA
mengandung empat unsur, yaitu :
1.Unsur Api : Alif, Haa, Tha, Shad, Mim, Fa, Syin
2.Unsur Angin : Ba, Waw, Ya, Nun, Ta, Dha
3.Unsur Air : Jim, Za, Kaf, Sin, Qaf, Tsa, Zha
4.Unsur Tanah : Ha, Lam, 'Ain, Ra, Kha, Ghain
KETIGA
dari segi kesendirian dan tidaknya terbagi menjadi :
1. Muradah adalah huruf-huruf Muqaththa'ah (yang terdapat di awal surat dalam Al-Qur'an) seperti huruf Alif, Kaf dan Dal
2. Matsani seperti Dal, Dzal, sampai Fa dan Qaf
3. Matsalis seperti Ba sampai Kha
dalam susunan Abatatsadari sisi Nuqthali (titik) : ada yang satu, dua dan tiga
KEEMPAT
Malfuzhi, Masruri dan Malbubi
Malfuzhi adalah huruf yang dalam pelafazannya/pengucapannya tidak sama antara huruf pertama dan huruf terakhir
( contoh : Alif dan Jim )
Masruri adalah huruf yang dalam pengucapannya sama antara huruf pertama dan huruf terakhir
( Mim, Nun, dan Wau )
Malbubi adalah huruf yang pengucapannya terdiri dari dua huruf
Ba, Ta. huruf ini juga disebut huruf 'illiyyah
KELIMA
Mushashalah dan Muwashahalah
Mushashalah
adalah huruf yang hanya bisa disambung dengan huruf sebelumnya
contohnya
Alif, Wau, Dzal, Ra, dan Za dan Dal
Muwashahalah
adalah huruf yang bisa disambung dengan huruf sebelum dan sesudahnya
KEENAM
huruf cahaya dan huruf kegelapan
cahaya adalah
Shat, Ra, A;if, Tha, 'Ain, Lam, Ya, Ha, Qaf, Nun, Mim, Sin, Kaf, Haa
yang semua terlimpah dalam kalimah ....
"jalan Ali benar kita pegang teguh"
dan selain huruf-huruf tersebut adalah huruf kegelapan
coba kita perhatikan nama-nama semuannya didominasi oleh huruf-huruf cahaya kecuali "Al-Wadud"
KETUJUH
huruf Mudghamah (tersembunyi) dan huruf Muzkharah (nampak)
masing-masing berjumlah 14 sama dengan pembagian jumlah Manzilah bulan yang nampak selalu berada di atas bumi, dan yang tersembunyi selalu berada di bawah bumi
huruf Mudghamah adalah huruf yang bila di awali (Al)
bunyi Al-nya tidak nampak, misalnya Ra dan Dal
huruf Muzkharah adalah huruf yang bila diawali (Al) bunyi Al-nya nampak misalnya Ba dan Jim
hukum huruf-huruf tersebut memiliki rahasia yang menakjubkan
misalnya dalam susunan Abatatsa
Alif merupakan huruf zat Yang Maha Suci yakni Al-Awwalu wal akhiru
adapun khalifah huruf Alif adalah Ya dan Wau
keduanya termasuk huruf Layyinah dalam menjelaskan semua huruf
sebagaimana wujud Yang Maha Suci adalah sumber dari semua wujud dan hal ini terkandung dalam doa, misalnya
" wahai Zat yang segala sesuatu terwujud karena keberadaan-Mu "
tak ubahnya kwalitas suara dan perbedaannya terjadi di udara karena ketergantungan gelembung pada sumber gelembung
karena itu kita tidak akan menemukan dua bentuk yang sama dalam semua wujud berdasarkan hukum penampakkan Ahadiyah (hukum Alif dan Ba) dan penampakkan nama
" Man laysa kamitslihi syay-un "
(Dia yang tidak diserupai oleh segala sesuatu)
demikian juga kita tidak akan mendapatkan dua suara dalam wujud yang sama
sebagaimana ini digambarkan oleh Allah SWT dalam Firmannya :
" diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah penciptaan langit dan bumi, dan perbedaan bahasa dan warna kulitmu, sesungguhnya dalam hal itu ada tanda-tanda kekuasaan Allah bagi semesta alam"
(Ar-Rum : 22)
Allah Yang Maha Mendengar suara ini dan semua suara yang kualitasnya telah terjadi dan akan terjadi di udara,
dengan satu pendengaran yang sifatnya hudhuri dan isyraqi
(pengenalan kita tingkat rasa)
(disarikan dari kitab Syarah Doa Jawsyan Kabir, Sabzawari)
30 kunci huruf hijaiyah yang berada di tubuh manusia, yaitu :
Alif = hidung
Ba = mata
Ta = tempat mata (lubang tempat mata)
Tsa = bahu kanan
Jim = bahu kiri
Ha = tangan kanan
Kha = tangan kiri
Dal = telapak tangan kanan dan kiri
Dzal = kepala dan rambut
Ro = rusuk kanan
Zai = rusuk kiri
Sin = dada kanan
Syin = dada kiri
Shod = pantat kanan
Dhod = pantat kiri
Tho = hati
Zho = gigi
'Ain = paha kanan
Ghain = paha kiri
Fa = betris kanan
Qof = betis kiri
Kaf = kulit
Lam = daging
Mim = otak
Nun = nur/cahaya
Wau = telapak kaki kanan dan kiri
Hha = sungsum tulang
LamAlif = manusia utuh
Hamzah = memenuhi segala
Ya = mulut/manusia
Amalan:
Yaa Allah saya bermohon kunci dengan ................
contoh :
Yaa Allah saya bermohon kunci dengan Alif ........
contoh :
Yaa Allah saya bermohon kunci dengan Hamzah .....

30 (huruf hijaiyah) dipakai untuk membersihkan bagian-bagian tubuh dari hal-hal yang negatif
sehingga tubuh dapat berfungsi normal dan tentunya meningkatkan tingkat kita dalam hal dunia akhirat..... INSHA ALLAH

Allah " berdakwah " tanpa terlihat oleh mata_


Ketika terus bersih taat mengalir ... AIR itu pun sedang berdakwah ... 
Ketika terus berdiam ridho ... TANAH itu juga sedang berdakwah ...
Tatkala terus kokoh bersinar terang ... API itu juga sedang dalam dakwah ... 
Tatkala terus memberi tanpa terlihat .... ANGIN itu pun juga sedang dalam dakwah ....
Semua pohon itu pun sedang berdakwah ... mereka tenang ... diam ... tidak banyak bicara ... hanya berbicara sekali musimnya ketika berbuah saja ... hasil akhirnya ....
Dalam berdzikir berjama'ah hamba hamba Allah yang telah diridhoi itu juga sedang berdakwah ...
Dalam berqosidah ... bergembira hati bernadzom bersholawat ... itu juga sedang berdakwah ....
" Menyapu membersihkan halaman rumah dan selokan selokan selokannya pun juga dakwah " ...
" Berakhlak yang baik ... penuh tata krama dan menjunjung adab kesopanan juga dakwah " ...
Berdakwah tidak musti berbicara lantang di panggung panggung ... keutamaan dakwah di sisi Allah ialah bagi diri sendiri dahulu dan yang terdekat diantara diri kita ...

Berdakwah lah kepada diri sendiri ...
dakwahi diri atas apa yang telah didapatkan atas rasa kecintaan kepada Allah yang Maha agung lagi Maha Luhur dalam setiap proses fase perjalanan diri ....
jangan terburu nafsu mendakwahi orang lain sebelum benar memperolehi Haq ijazah Nya ...
ngeri apabila itu bukan takaran diri kita ...
yaqin akan tiba waktu Nya nanti atas apa apa yang telah pasti tertulis dalam kitab Allah yang kekal ...

Dalam duduk terdiam anteng tenang sentausa bersama dzikrullah dan bersholawat pun pun semua sedang berdakwah ...

HATI


Dalam tubuh ada hati yang bercermin setiap waktu,  karena ia cerminnya sendiri.
Ketika ia sholat, itulah sholatnya
memuji Tuhannya, memandang Tuhannya tanpa batas waktu, tanpa ruang yang menentu
Setiap gerak hati adalah rakaatnya
setiap lapis kedalaman hati adalah khusu'nya
Inilah zikir hati dalam sholat
inilah dialog hati dalam sholat
Menggerakkan setiap lathifah dalam diri, hingga diri lebur dalam puji kepada-Nya
Hati hanya tunggal dengan tujuannya
hati hanya lebur dengan tujuannya
Maka mi'raj hati hanya dengan rasa
maka mi'raj hati hanya lebur dengan Tuhannya

Perjalanan hati dalam sholatnya me nafi kan kesyirikan yang tersembunyi
meNAFIkan pengAKUan dalam diri
yang ada hanya kekasihnya... yang ada hanya pandangnya
pada cermin yang tunggal..... pada rasa kesadaran

Sepanjang waktu, hati menjalani sholatnya
sepanjang waktu, hati menzikirkan Tuhannya
setiap ruang, hati menjalani sholatnya
setiap ruang, hati menzikirkan Tuhannya

Sholat HATI
sholat bersama raganya, sholat selalu bersamanya

PELIHARALAH SEMUA SHOLATMU DAN SHOLAT WUSTHA.
BERDIRILAH UNTUK ALLAH (DALAM SHOLAT) YANG KHUSU'
( QS. AL-Baqarah /2 : 238 )...